Thursday, October 30, 2008

Overdosis Ganja ?

“Dalam pengertian medis yang terukur, marijuana jauh lebih aman dari kebanyakan makanan yang kita konsumsi. Sebagai contoh, memakan sepuluh kentang mentah bisa meracuni badan. Sebagai perbandingan, adalah mustahil secara fisik untuk memakan marijuana dalam jumlah yang bisa menyebabkan kematian. Marijuana, dalam bentuk alamiahnya, adalah salah satu zat terapeutik paling aman yang diketahui manusia. Dengan langkah analisa yang rasional marijuana bisa dengan aman digunakan dengan pengawasan medis yang rutin.” (Francis Young, “Opinion and Recommended Ruling, Findings of Fact, Conclusions of Law and Decision of Administrative Law Judge”, Drug Enforcement Administration (DEA) 6 September 1988)

Obat-obatan biasanya diberikan ukuran LD-50 (Lethal Dose 50), ukuran yang menunjukkan berapa banyak dosis yang diberikan bisa berakibat pada kematian lima puluh persen (50%) dari hewan percobaan. Sejumlah ilmuwan berusaha menentukan ukuran LD-50 dari ganja, sebanyak 3000 mg/kg ekstrak (konsentrat) THC dari ganja diberikan kepada anjing dan monyet, jumlah ini setara dengan seorang manusia dengan berat 70 kg memakan 21 kilogram ganja (atau 4 kilogram hashish) dalam satu waktu. Dalam percobaan kedua, seekor monyet disuntik dengan 92 mg/kg konsentrat THC, jumlah ini setara dengan manusia seberat 70 kg menghisap habis 1.2 kilogram ganja dalam satu waktu. Hasilnya, monyet dan anjing dari kedua percobaan tersebut sehat-sehat saja, tidak meninggal dan bahkan tidak mengalami kerusakan organ apapun (Phillips et al. 1971, Brill et al. 1970).

Sampai saat ini ukuran LD-50 yang diberikan ilmuwan kepada ganja adalah sekitar 1:40.000. Sebuah angka yang juga masih diragukan karena para ilmuwan masih belum yakin apakah 40000 kali dosis ganja sebatang yang dikonsumsi oleh seorang manusia dalam satu waktu mungkin menyebabkan kematian, karena sampai saat ini (selama dua belas ribu tahun pergaulan ganja dengan manusia) belum ada satu catatan kematian overdosis pun yang diakibatkan oleh ganja pernah ada dalam sejarah. [1]

Sebagai perbandingan, beberapa contoh barang-barang yang tidak pernah dilarang pemerintah seperti nikotin memiliki ukuran dosis mematikan LD-50 sebesar 1:50 (Hati-hati meminum air rendaman tembakau), garam dapur 1:3000, aspirin 1:20, valium 1:10, vitamin C 1:11900 dan seterusnya. Fakta-fakta ini seharusnya dikaji oleh Badan Narkotika Nasional yang rajin membagi-bagikan poster-poster bergambar daun ganja dan tengkorak.

[1] Francis Young, “Opinion and Recommended Ruling, Findings of Fact, Conclusions of Law and Decision of Administrative Law Judge”, Drug Enforcement Administration (DEA) 6 September 1988
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/LD_50#cite_note-4

8 comments:

pothead said...

ga mungkin OD lah...
ngittig ya segitu2 aja mentok...

Anonymous said...

kalau dodol ganja, terus maknnya kebanyan, bisa OD ga ya??

Paling kenyang yee..hehehehe...kok jawab sendiri..

tambah teh manis anget...seger lagi tuch

Anonymous said...

Mentok2 tidur seharian :)

RastaBoy said...

@pothead

DODOL GANJA???
Beli dmn tuh???
Klo Bkin gmn caranya???

Salam Damai

Anonymous said...

di mana ya dapetin dodol penasaran banget. rileks, dengerin musik, lebih tenang chillin.

man of the ganja said...

Gw rasa kalo kita semua pecinta ganja di seluruh indonesia dan setuju ganja di legalkan datang ke MPR DPR, bawa ganja sebatang aja dah jgn banyak2, 1 orang sebatang, sambil kita menyuarakan aspirasi kita untuk melegalkan ganja yang damai jgn ada keributan kita bakar bareng2 terus kita teriak legalkan ganja. Kalo gk ditanggepin pemerintah, kita sering2 aja demo begitu sampe pemerintah jengah. 2 minggu sekali kita demo begitu gw rasa di legalin juga lama kelamaan. Kalo mau ditangkep kan gk mungkin kalo masa kita banyak sampe ribuan orang mau nangkep gmn caranya.

Anonymous said...

Gua pemakai ganja,dan alhamdulillah sampe skarang sehat" ajah.jd buat kalian yg belom ngerti,gak usah ikut"an bilang klo ganja itu berbahaya.

Ni Kim said...

yuk deno legalisasi ganja, bikin masa 1000 org ga akan ditangkap